Amaliasiswanto's Blog

pieces of everything

Starbucks Caramel Frappucino

caramel_frapThis is one of my favourite beverages. I am not a coffee addict, but this combination of coffee, milk and caramel ( i guees ), is very delicious.  Saya bukan penyuka kopi apalagi biasanya setelah minum kopi di lidah jadi sedikit asam… Namun, sejak saya mencoba minuman ini sekitar setahun yang lalu, I am become frappucino addict.

Berbeda dengan beberapa orang, kopi hangat bisa membuat mata tetap terjaga. Saya pernah mencoba minum kopi panas ketika harus jaga malam, namun alhasil, tetap saja mata terasa berat dan ada rasa tidak nyaman di lidah. Padahal saya sudah membeli kopi sekelas Excelso ( yang ampas nya hampir dikatakan tidak ada ). Jadi bisa saya katakan, saya tidak menyukai kopi kental, terlalu berat.

Caramel Frappucino, blended….biasanya saya akan minta extra caramel di atas whipcream nya pada barista starbucks. Ada kenikmatan tersendiri ketika meminum kopi ini. Saya pernah memberanikan diri membandingkan kopi sejenis ini dengan kopi miliknya J-Co. Di J-Co kalau tidak salah nama minumannya : caramel cappucino (saya agak lupa). Kalau boleh memberikan komentar, saya lebih suka caramel frappucino nya starbucks karena perpaduan rasanya pas. Antara susu, kopi sama caramel nya benar2 pas. Sedangkan di J-Co rasanya kok lebih dominan susu nya ya? jadi lebih eneg, kalau minum masih belum bisa membuat kepala jadi segar lagi, hehehe…. Rasa caramel paste nya juga berbeda, di starbucks rasanya lebih legit, sedangkan di J-Co masih kurang berasa kayaknya. Tapi semua tergantung selera juga.

So, overall, bagi petualang beverages, saya sarankan Caramel Frappucino.

Selamat mencoba.

Jakarta, 6 Agustus 2009

August 6, 2009 Posted by | Beverages | Leave a Comment

Harry potter 6 yang mengecewakan…

Hp6teaserposterMengecewakan, itulah kata2 pertama yang bisa saya berikan setelah melihat film ini di XXI mega bekasi. Film yang di sutradarai David Yates ini bagi saya film Harry Potter paling buruk dibandingkan yang lain. Saya sempat bertanya-tanya, dimanakah puncak dari film ini, apakah ketika Dumbledore dan harry berada di Gua untuk mencari Horcrux? karena saya rasa disinilah puncak dari film ini, karena kematian Dumbledore terasa hambar bagi saya. David tidak memberikan porsi cukup bagaimana Dumbledore terbunuh, bagaimana pemakaman Dumbledore yang sakral.

Setelah kematian Dumbledore, film ini selesai, disinilah kejengkelan saya muncul, karena saya masih mengharapkan adanya pertempuran yang terjadi di dalam kastil. Harusnya inilah yang jadi puncaknya, harusnya yang jadi Puncak film ini adalah pertempuran didalam kastil kemudian disusul meninggalnya Dumbledore. Namun, selama film ini, hanya menyajikan kisah cinta saja. Tidak lebih. Saking jengkelnya, setelah keluar bioskop saya bilang ke suami, harusnya ini masuk ke genre film cinta remaja saja, dan suamiku menimpali, “wah padahal saya sudah berusaha untuk tidak tidur lo tadi”, malah membuat saya semakin jengkel, hahaha…

Memang, jika dibandingkan buku, film2 harry potter kurang memuaskan. Namun tidaklah mungkin menceritakan semua detail dalam buku kedalam film..bisa2 seharian penuh juga tidak akan selesai. Akan tetapi, paling tidak, film nya masih mewakili inti daripada buku tersebut. Seperti Harry potter seri yang lainnya.

Untuk acting, saya paling suka aktor Alan Rickman yang memerankan Severus Snape, sangat alami. Untuk aktris justru saya paling suka Helena Bonham Carter yang memerankan Bellatrix Lestrange. Sebenarnya Maggie Smith juga bagus, hanya saja saya lebih suka Helena Bonham, apalagi saya suka dengan film2 dia seperti : Sweeney Todd, Lady jane, Corpse Bride. Aktris ini bagi saya nomer dua setelah Meryl Streep.

Untuk penyuka buku Harry Potter seperti saya, mungkin yang saya pikirkan pertama kali ketika membeli tiket Harry Potter hanyalah visualisasi tokoh dan setting cerita di buku ke dalam film yang membuat saya tertarik, karena selama ini ketika membaca bukunya saya hanya bisa membayangkan saja. Jadi terlepas dari kekecewaan, saya akan tetap menanti film harry potter 7 yang akan dibagi menjadi dua bagian. Semoga film terakhir ini bisa menjadi film penutup yang fenomenal, sefenomenal Lord Of The Rings.

Jakarta, 5 Agustus 2009

August 5, 2009 Posted by | Movies | Leave a Comment

I capture the castle

I_capture_the_castle_ver2 I capture the castle, film yang dibintangi oleh Romola garai ini menarik perhatian saya beberapa tahun yang lalu. Film yang mengisahkan perjuangan seorang gadis muda, Cassandra Mortmain yang ayahnya (James Mortmain, diperankan oleh Billy Nighy) adalah seorang penulis novel terkenal, tapi hanya bisa menerbitkan satu karya saja dan setelah itu namanya tenggelam, berusaha untuk menyelamatkan kastil yang dia tinggali dengan keluarganya. Terlibat hutang karena status kastil mereka adalah menyewa, sementara ayah dan ibu tirinya tidak bisa diandalkan sama sekali, membuat dilema dalam keluarga ini.

Saudara perempuannya, Rose Mortmain (diperankan oleh Rose Byrne) dan Cassandra berusaha untuk menjodohkan Rose dengan tuan tanah kaya Simon Cotton yang pada akhirnya malah Cassandra sendiri yang jatuh cinta dengan Simon, sementara kakaknya terlibat affair dengan Neil Cotton ( Marc Blucas ) yang tak lain adalah adik dari Simon Cotton.

Ending dari cerita ini bagi saya bukan happy ending jika dilihat dari kisah cinta, karena pada akhirnya Cassandra melepaskan cintanya untuk Simon karena bertepuk sebelah tangan, sementara Rose akhirnya menikah dengan Neil. Namun, perjuangan Cassandra untuk menyadarkan ayahnya agar terus berkarya dan menyelamatkan pernikahannya dengan ibu tirinya membuahkan hasil. Kastil tetap menjadi miliknya.

Adegan di film ini yang paling saya suka adalah ketika Cassandra mengunci ayahnya di dalam menara supaya ayahnya bisa konsentrasi membuat novel lagi sementara ayahnya sangat marah karena merasa di penjara. Juga ketika pertama kalinya Rose dan Cassandra ke kota dan masuk ke sebuah pusat pertokoan, disana Rose mencium bau parfumme dan bilang “smell like heaven”.  Terlihat sekali klasiknya setting film ini.

Untuk film drama, saya beri nilai 8 dari total 10 untuk sempurna, hehe…kenapa? karena saya suka alurnya…dan saya menikmati tiap dialognya…..apalagi diperankan beberapa aktor watak seperti Billy Nighy, Marc Blucas, Romola garai, dan Rose Byrne.

Beberapa hari yang lalu saya ingat dengan film ini, kemudian saya search di wikipedia dan melihat ulasan nya. Ternyata film ini di angkat dari buku novel berjudul sama oleh Dodie Smith. Kenapa saya menyukai film ini padahal rating film ini kurang bagus, bahkan saya yakin di Indonesia ini pasti sedikit sekali yang telah menonton filmnya, karena jalan ceritanya menarik. Saya kurang tahu apakah ada film yang memiliki alur cerita mirip dengan film ini, namun yang jelas, film ini saya simpan di harddisk komputer saya ketika masih kuliah dan bertahan hampir 2 tahun. Bagi beberapa orang yang kurang menyukai film drama, mungkin akan bosan dengan film ini. Namun untuk penyuka film drama sekelas Oscar, film2 drama serius, film ini mungkin bisa dijadikan referensi untuk tontonan selanjutnya. Perlu diketahui, dulu saya pinjam VCD ini dari rental, kalau sekarang mungkin susah ya. Kalau di surabaya, bisa dicari di Stallion atau Unicorn rental dekat kampus ITS.

( Sumber : www.wikipedia.org )

Jakarta, 5 Agustus 2009

August 5, 2009 Posted by | Movies | Leave a Comment

Welcome

Selamat datang di blog saya…atau bisa saya katakan : selamat datang kembali untuk saya ke dunia blogger.  Setelah sekian lama saya sudah tidak mengaktifkan blog saya di blog spot,  saat ini saya lebih tertarik untuk menulis di wordpress….I dont know… but I find it is interesting for me, join this blog.

Blog ini rencana saya akan berisi tulisan2 saya, flash back semasa sma, kuliah, cerita2 saya ketika masih kost.  Senang rasanya jikalau bisa mengabadikan momen2 yang saya rasakan dulu sebelum saya melupakan semuanya.  Selain itu juga saya akan review beberapa buku2 yang saya baca, film2 yang saya tonton. Karena dua hal itu tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan saya.

Semoga dalam blog ini akan bisa menginspirasikan saya, keluarga saya, teman2 saya, atau mungkin orang lain.

I will try to keep update.

So, Ganbaro!

Jakarta, 5 Agustus 2009

Amalia Siswanto

August 5, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.